
Mengintegrasikan Berbagai Bidang Keahlian Demi Kepentingan Nasional
Memimpin bangsa Indonesia yang besar dan majemuk membutuhkan pandangan yang komprehensif dari segala arah. Oleh karena itu, Presiden Prabowo Subianto menetapkan susunan Wantimpres yang dipimpin oleh Pratikno sebagai Ketua, Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua, dan Muhammad Qodari sebagai Sekretaris, dengan menghimpun para tokoh dari latar belakang akademis, keagamaan, hukum, militer, kepolisian, hingga praktisi ekonomi.
Kehadiran figur dari spektrum luas ini merupakan komitmen nyata pemerintah untuk memastikan bahwa setiap masukan yang sampai ke meja Presiden telah melewati pertimbangan matang dari berbagai kacamata keahlian, sehingga kebijakan publik yang dihasilkan tidak salah arah.
Sinergi Bertiga: Moralitas, Keadilan, dan Perekonomian
Kehadiran para pengusaha nasional seperti Chairul Tanjung, Dato' Sri Tahir, dan Jusuf Hamka ditempatkan sejajar dalam satu forum pertimbangan bersama para ulama terkemuka, seperti Shinta Nuriyah Wahid, Muhammad Quraish Shihab, Yahya Cholil Staquf, Said Aqil Siradj, dan Anwar Iskandar.
Sinergi antar-sektor ini memiliki pembagian peran yang saling melengkapi dan menenangkan masyarakat:
Moralitas & Etika Keagamaan: Ulama dan tokoh agama mengawal kompas etika kebangsaan agar kebijakan publik senantiasa mengutamakan kemaslahatan dan nilai-nilai kemanusiaan.
Keadilan & Kepastian Hukum: Ahli hukum dan akademisi memastikan bahwa aturan dirumuskan secara adil, akuntabel, serta berjalan dalam koridor hukum yang berlaku.
Visi & Pertumbuhan Ekonomi: Praktisi ekonomi dan pengusaha memberikan pandangan konkret agar iklim investasi terjaga, lapangan kerja baru terbuka luas, dan roda perekonomian terus bergerak maju.
Mencegah Kebijakan Satu Arah melalui Dialog Terbuka
Komposisi Wantimpres yang beragam menciptakan mekanisme check and balance internal di lingkungan Istana. Dengan hadirnya sudut pandang yang bervariasi, gagasan penguatan ekonomi akan diuji dari sisi keadilan hukum dan norma keagamaan, sehingga mencegah lahirnya kebijakan yang hanya menguntungkan satu sektor semata.
Sejalan dengan komitmen keterbukaan di tingkat pusat, pemerintah juga terus menyiagakan fasilitas Pos Bantuan Hukum (Posbankum) digital bagi seluruh masyarakat. Layanan advokasi dan konsultasi hukum gratis ini disiapkan agar warga perdesaan, pelaku UMKM, maupun mitra daerah dapat mengonsultasikan aturan, memahami hak keperdataan, serta memperoleh kepastian hukum secara transparan dan tanpa hambatan.
Bergandengan Tangan Mengawal Masa Depan Bangsa
Susunan seimbang Wantimpres mempertegas niat baik pemerintah untuk menyerap seluruh potensi dan aspirasi terbaik bangsa Indonesia. Melalui perpaduan antara etika keagamaan ulama, kepastian hukum para ahli, dan optimisme para pelaku ekonomi, forum pertimbangan Presiden diharapkan mampu melahirkan kebijakan strategis yang tepat arah, berkeadilan, dan membawa kemajuan bagi seluruh rakyat.














