Olah Olah
•2 min read•693

Pastikan Komposisi Menu Seimbang, BGN Pantau Pemenuhan Standar Nutrisi MBG di Tiap Sekolah

JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) menerapkan sistem pemantauan berlapis guna memastikan keteraturan dan ketepatan waktu pengiriman makanan pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG). BGN berkomitmen untuk meminimalisasi potensi keterlambatan distribusi yang dapat mengganggu jadwal aktivitas belajar dan mengajar siswa di sekolah.

O

OP Admin

Published in Olah Olah

Loading...
Pastikan Komposisi Menu Seimbang, BGN Pantau Pemenuhan Standar Nutrisi MBG di Tiap Sekolah

Pengawasan Ketat Terhadap Jadwal Distribusi

Kepala BGN, Sudaryono, menegaskan bahwa ketepatan waktu pengiriman hidangan harian oleh Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) merupakan indikator krusial dari keberhasilan program. Makanan harus tiba di lokasi sekolah dalam keadaan segar, higienis, dan siap dikonsumsi sesuai dengan jam istirahat yang telah dijadwalkan.

“Dapur itu memang tidak takut sama kepala sekolah, tapi dapur itu takutnya dengan BGN. Maka izinkan kami terhubung dengan semua kepala sekolah yang ada di seluruh Indonesia,” ujar Sudaryono.

Melalui integrasi data antara BGN dan seluruh kepala sekolah, setiap kendala distribusi dapat teridentifikasi secara seketika.

Evaluasi Kinerja Dapur Melalui Sistem Rating

Untuk mempermudah sekolah dalam memantau kinerja harian pengelola dapur, BGN tengah menyiapkan aplikasi digital yang ramah pengguna. Pihak sekolah dapat memberikan skor bintang 1 hingga 5 serta catatan evaluasi khusus mengenai aspek ketepatan waktu dan kualitas makanan.

“Nantinya kami akan memberikan semacam aplikasi kepada Bapak-Ibu kepala sekolah, seperti di Ojek Online atau GoFood. Bapak-Ibu guru bisa memberi bintang dan catatan terhadap dapur tersebut,” kata Sudaryono.

Aplikasi ini berfungsi sebagai alat ukur kinerja independen yang akan menentukan peringkat kelayakan operasional suatu dapur SPPG.

Pengaduan Langsung Jika Terjadi Kelalaian Berulang

Selain fitur penilaian harian, BGN menyediakan saluran pengaduan darurat melalui email. Apabila sekolah mendapati keterlambatan pasokan yang terus berulang dan tidak mendapatkan solusi memuaskan dari pihak pengelola dapur setempat, sekolah diminta segera mengirimkan surat laporan dengan memberikan tembusan (carbon copy/CC) langsung kepada Kepala BGN.

“Bapak-Ibu guru boleh protes ke SPPG-nya, tapi di-CC atau ditembuskan ke saya. Ada emailnya, sampaikan saja, tidak perlu takut,” tegas Sudaryono.

Langkah Konkret Menjaga Kualitas Mutu Program

Melalui pengawasan ketat, aplikasi rating digital, dan akses komunikasi terbuka ke pimpinan BGN, diharapkan seluruh ekosistem MBG dapat berjalan profesional. BGN siap melakukan evaluasi berkala dan memberikan tindakan korektif bagi penyedia layanan yang tidak memenuhi standar, demi menjaga hak gizi dan kesehatan peserta didik di seluruh Indonesia.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles