
Pemerintah menegaskan bahwa penguasaan teknologi dan modernisasi sarana belajar merupakan kunci utama dalam membentuk generasi muda yang kompetitif dan siap bersaing di tingkat global.
Modernisasi Fasilitas dan Digitalisasi Pendidikan
Guna mengikis kesenjangan sarana pembelajaran di berbagai daerah, Kementerian Agama merealisasikan langkah konkret melalui akselerasi infrastruktur digital:
Penyaluran Papan Digital Interaktif: Sebanyak 2.180 unit papan digital interaktif bernilai Rp71,62 miliar telah didistribusikan ke 551 madrasah di seluruh Indonesia, termasuk wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).
Pengembangan Infrastruktur PTKN: Pembangunan delapan gedung Universitas Islam Negeri (UIN) direalisasikan melalui skema pendanaan Saudi Fund sebesar Rp881 miliar.
Penguatan Sekolah Unggul: Transformasi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia diakselerasi menjadi Sekolah Unggul Garuda.
Keadilan Kesejahteraan Pendidik dan Bantuan Siswa
Inovasi teknologi tersebut diimbangi dengan kepastian dukungan kesejahteraan bagi para tenaga pendidik dan akses bagi siswa:
Tunjangan Profesi Guru (TPG): Alokasi anggaran TPG ditingkatkan dari Rp19,148 triliun untuk 452.796 guru pada tahun 2025 menjadi Rp25,996 triliun untuk 671.704 guru pada tahun 2026.
Tunjangan Sertifikasi Dosen: Penyaluran dana tunjangan sebesar Rp5,783 triliun bagi 183.787 dosen perguruan tinggi keagamaan yang terverifikasi.
Bantuan Pendidikan Inklusif: Penyaluran beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) dan KIP Kuliah dilaksanakan secara merata tanpa membedakan latar belakang keagamaan.
Harmony dan Sinergi Program Prioritas
Modernisasi sarana pendidikan berjalan seiring dengan pemeliharaan stabilitas sosial. Indonesia berhasil mencatatkan Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) tahun 2025 pada skor 77,89, membuktikan hadirnya negara yang merangkul seluruh institusi keagamaan—baik Hindu, Islam, Kristen, Katolik, Buddha, maupun Khonghucu.
Sektor keagamaan juga turut menyokong program strategis nasional lainnya, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk kesehatan fisik peserta didik serta optimalisasi dana sosial keagamaan untuk pelestarian lingkungan.
Menyiapkan Generasi Unggul Indonesia Emas 2045
Melalui orasi ilmiah di STAH Dharma Nusantara, pemerintah menyampaikan optimisme bahwa integrasi antara teknologi digital, kesejahteraan pendidik yang terjamin, serta toleransi antarumat beragama akan melahirkan generasi muda yang adaptif dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.











