
Direktur Eksekutif Puspoll Indonesia, Chamad Hojin, menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan gabungan dari responden yang menyatakan sangat puas sebesar 7,9 persen dan cukup puas sebesar 57,9 persen terhadap kinerja Presiden Prabowo selama hampir dua tahun masa pemerintahannya. Sementara itu, sebanyak 33,2 persen responden menyatakan tidak puas, terdiri atas 28,9 persen kurang puas dan 4,3 persen tidak puas sama sekali.
Puspoll Gelar Survei Evaluasi Menjelang Dua Tahun Pemerintahan
Survei ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi publik terhadap jalannya pemerintahan Prabowo-Gibran menjelang dua tahun masa kerja kabinet.
Pengumpulan data dilaksanakan pada 18–26 Mei 2026 menggunakan metode probability sampling dengan teknik multistage random sampling. Pengambilan sampel mempertimbangkan proporsi wilayah perkotaan dan pedesaan (urban-rural), serta distribusi jumlah pemilih di seluruh provinsi Indonesia agar hasil survei mencerminkan kondisi nasional.
Libatkan 2.400 Responden, Margin of Error ±2 Persen
Dalam pelaksanaannya, Puspoll Indonesia melibatkan 2.400 responden yang dipilih secara acak dari berbagai daerah di Indonesia.
Dengan jumlah responden tersebut, survei memiliki margin of error sebesar ±2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, sehingga secara metodologis dinilai memiliki tingkat representasi yang tinggi untuk menggambarkan persepsi publik secara nasional.
Mayoritas Publik Masih Memberikan Penilaian Positif
Hasil survei menunjukkan bahwa tingkat kepuasan publik masih berada di atas angka 60 persen. Temuan ini mengindikasikan bahwa mayoritas masyarakat masih memberikan penilaian positif terhadap kinerja Presiden Prabowo di tengah berbagai tantangan ekonomi dan geopolitik global yang dihadapi Indonesia.
Meski demikian, Puspoll juga mencatat adanya perubahan dibandingkan survei sebelumnya.
Menurut Chamad Hojin, tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo pada survei Agustus 2025 tercatat sebesar 67,7 persen, sedangkan hasil survei terbaru menunjukkan angka 64,8 persen. Dengan demikian, terjadi penurunan sekitar 2,9 poin persentase dibandingkan hasil pengukuran sebelumnya.
Meski mengalami penurunan, tingkat kepuasan tersebut masih menunjukkan bahwa mayoritas responden tetap memberikan penilaian positif terhadap kinerja Presiden.
Survei Jadi Gambaran Persepsi Publik
Survei opini publik seperti yang dilakukan Puspoll Indonesia menjadi salah satu instrumen untuk memotret persepsi masyarakat terhadap jalannya pemerintahan pada periode tertentu.
Hasil survei tidak hanya memberikan gambaran mengenai tingkat kepuasan masyarakat, tetapi juga menjadi masukan bagi pemerintah maupun pemangku kepentingan dalam mengevaluasi pelaksanaan kebijakan publik.
Dengan metodologi berbasis probability sampling, jumlah responden yang besar, serta margin of error yang relatif kecil, hasil survei ini memberikan gambaran mengenai persepsi masyarakat Indonesia terhadap kinerja Presiden menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.












