
Sugiono hadir sebagai kepala delegasi Indonesia mewakili Presiden Prabowo Subianto. Kehadiran Indonesia dalam forum tersebut menjadi bagian dari komitmen diplomasi aktif untuk memperkuat hubungan ASEAN dengan Rusia yang telah terjalin selama 35 tahun.
Pertemuan tingkat tinggi itu tidak hanya menjadi momentum evaluasi capaian kerja sama ASEAN-Rusia selama tiga setengah dekade terakhir, tetapi juga menjadi forum strategis untuk menyusun arah kemitraan ke depan dalam menghadapi perubahan global yang semakin kompleks.
Indonesia Dorong Perdamaian dan Stabilitas Global
Salah satu pesan utama yang dibawa Indonesia dalam KTT tersebut adalah pentingnya memperkuat kerja sama internasional guna menjaga perdamaian dunia.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, menyampaikan bahwa Indonesia mendorong ASEAN dan Rusia untuk memperluas kolaborasi yang berkontribusi terhadap stabilitas kawasan maupun global.
"Indonesia juga akan mendorong kerja sama dalam mewujudkan perdamaian dan stabilitas global," demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri RI.
Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, konflik regional, dan ketidakpastian ekonomi dunia, Indonesia menilai bahwa dialog, kerja sama multilateral, dan penghormatan terhadap hukum internasional menjadi instrumen penting dalam menjaga ketertiban global.
Fokus pada Ketahanan Pangan dan Energi
Selain isu perdamaian, Indonesia juga membawa agenda penguatan kerja sama ekonomi yang lebih konkret antara ASEAN dan Rusia.
Dalam forum tersebut, Indonesia mendorong peningkatan kerja sama di bidang ketahanan pangan, energi, dan integrasi ekonomi antarkawasan. Pemerintah menilai sektor-sektor tersebut memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan ekonomi negara-negara ASEAN di tengah gejolak global.
"Indonesia akan mendorong penguatan kerja sama dengan Rusia, khususnya di bidang ketahanan pangan dan energi, serta peningkatan integrasi ekonomi antarkawasan," ujar Juru Bicara Kemlu RI.
Ketahanan pangan menjadi salah satu fokus utama karena banyak negara masih menghadapi tantangan akibat gangguan rantai pasok global dan perubahan iklim. Sementara itu, sektor energi dipandang sebagai fondasi penting untuk menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Sugiono Sampaikan Pesan Presiden Prabowo
Dalam pertemuan tersebut, Sugiono juga menyampaikan pesan Presiden Prabowo mengenai pentingnya kemitraan ASEAN bagi lebih dari 670 juta penduduk Asia Tenggara.
Menurut Indonesia, ASEAN harus terus memperkuat posisinya sebagai kawasan yang stabil, terbuka, dan mampu beradaptasi terhadap perubahan geopolitik dunia yang berlangsung cepat.
Pemerintah menilai bahwa hubungan ASEAN-Rusia perlu terus dikembangkan secara pragmatis dan saling menguntungkan, khususnya pada sektor yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Selain itu, Indonesia juga menekankan pentingnya menjaga sentralitas ASEAN dalam berbagai dinamika kawasan agar tetap menjadi kekuatan penyeimbang yang mampu mendorong stabilitas dan kerja sama internasional.
KTT ASEAN–Rusia Bahas Tantangan Masa Depan
KTT yang berlangsung di Kazan digelar untuk memperingati 35 tahun hubungan kemitraan ASEAN dan Rusia. Para pemimpin dan delegasi yang hadir membahas berbagai isu strategis mulai dari keamanan kawasan, perdagangan, investasi, energi, hingga kerja sama teknologi.
Forum tersebut juga menjadi kesempatan bagi negara-negara ASEAN dan Rusia untuk meninjau kembali capaian kerja sama yang telah dibangun selama ini sekaligus merancang agenda kemitraan baru yang lebih relevan dengan tantangan masa depan.
Presiden Rusia Vladimir Putin dalam rangkaian KTT turut menegaskan pentingnya kemitraan strategis ASEAN-Rusia sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan, kesejahteraan, dan kemakmuran kawasan Eurasia dan Asia Tenggara.
Diplomasi Aktif Indonesia di Tengah Geopolitik Dunia
Kehadiran Menlu Sugiono dalam KTT ASEAN–Rusia menunjukkan komitmen Indonesia untuk terus menjalankan politik luar negeri yang aktif dan bebas dalam membangun kerja sama internasional.
Pemerintah memandang bahwa di tengah meningkatnya rivalitas global, Indonesia perlu terus memperluas kemitraan strategis dengan berbagai negara dan kawasan guna mendukung ketahanan ekonomi nasional, memperkuat keamanan energi, serta menciptakan lingkungan internasional yang lebih damai dan stabil.
Melalui forum ASEAN–Rusia, Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai negara yang konsisten mendorong dialog, kerja sama, dan solusi damai terhadap berbagai tantangan global yang dihadapi masyarakat internasional saat ini.











