
Langkah tersebut mencerminkan komitmen pemerintah untuk menghadirkan program yang tidak hanya menjangkau semakin banyak peserta didik, tetapi juga memberikan ruang partisipasi kepada masyarakat dalam mengawal kualitas pelaksanaannya. Dengan dukungan teknologi, Program MBG diharapkan semakin akuntabel sekaligus mampu meningkatkan kepercayaan publik.
Sistem Digital BGN Dorong Partisipasi Orang Tua
BGN menyampaikan bahwa sistem baru akan menjadi sarana informasi yang menghubungkan orang tua dengan pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Melalui platform tersebut, orang tua dapat mengetahui menu makanan yang dikonsumsi anak, sekaligus memperoleh informasi mengenai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab menyiapkan makanan.
Keterbukaan informasi ini diharapkan memperkuat komunikasi antara pemerintah, sekolah, dan keluarga, sehingga pelaksanaan Program MBG dapat terus dipantau dan ditingkatkan kualitasnya secara bersama-sama.
Evaluasi Menjadi Instrumen Penyempurnaan Program
Pemerintah juga memastikan setiap tahapan Program MBG berjalan melalui mekanisme pengawasan yang berkelanjutan.
BAKOM menyampaikan bahwa hasil evaluasi terhadap 414 SPPG menghasilkan pengembalian dana senilai ratusan miliar rupiah. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada percepatan pelaksanaan program, tetapi juga menjaga disiplin pengelolaan anggaran melalui evaluasi dan perbaikan secara berkala.
Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan tata kelola Program MBG yang semakin efektif, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pembangunan 13.000 Dapur MBG Dukung Pemerataan Layanan
Sebagai bagian dari ekspansi program, pemerintah menargetkan pembangunan 13.000 dapur MBG di berbagai wilayah Indonesia.
Penambahan dapur tersebut akan memperbesar kapasitas penyediaan makanan bergizi sekaligus mempercepat distribusi kepada sekolah-sekolah yang menjadi penerima manfaat.
Perluasan infrastruktur ini merupakan langkah strategis untuk memastikan Program MBG dapat menjangkau lebih banyak peserta didik secara bertahap dengan standar layanan yang tetap terjaga.
Cakupan Penerima Manfaat Terus Mengalami Peningkatan
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah menyampaikan bahwa hingga saat ini 80,7 persen siswa telah menerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa implementasi program terus berkembang melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, hingga penyelenggara layanan gizi.
Dengan bertambahnya jumlah dapur MBG yang beroperasi, pemerintah optimistis cakupan penerima manfaat akan terus meningkat dalam waktu mendatang.
Program MBG Semakin Terintegrasi untuk Membangun Generasi Berkualitas
Pengembangan sistem digital oleh BGN menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun Program Makan Bergizi Gratis yang semakin terintegrasi, mulai dari penyediaan layanan, pengawasan, hingga keterlibatan masyarakat.
Didukung evaluasi yang konsisten, pembangunan ribuan dapur baru, dan perluasan jumlah penerima manfaat, Program MBG diharapkan semakin optimal dalam mendukung pemenuhan gizi peserta didik di seluruh Indonesia.
Melalui penguatan tata kelola dan inovasi digital, pemerintah menargetkan Program MBG menjadi salah satu fondasi penting dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat, unggul, dan siap mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.











