
JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat sistem pengendalian mutu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan merangkul Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kerja sama strategis ini berfokus pada mitigasi risiko dan penjaminan kelayakan pangan yang dikonsumsi oleh anak-anak sekolah di seluruh Indonesia.
Langkah pengawasan ketat ini ditempuh guna mencegah potensi terjadinya kontaminasi atau kasus keracunan makanan, sekaligus memastikan setiap porsi MBG memenuhi kriteria higienis dan bergizi tinggi.
Pengawasan Sistematis dari Hulu ke Hilir
Dalam skema kolaborasi ini, BPOM menerjunkan tim untuk mengawasi seluruh tahapan produksi makanan pada setiap satuan pelayanan pemenuhan gizi. Kepala BPOM Taruna Ikrar menegaskan komitmen pihaknya untuk mengawal ketat standar kebersihan dari awal penyiapan hingga distribusi.
Pengawasan dilakukan secara menyeluruh mencakup penyeleksian bahan baku segar, sanitasi tempat pengolahan di dapur penyedia, hingga tata cara pengemasan dan penyerahan makanan kepada peserta didik.
Pelaksanaan 21 Program Teknis dan Sertifikasi Dapur
Sebagai pijakan operasional di lapangan, BPOM telah merancang sekitar 21 program pengawasan dan pendampingan teknis. Program ini meliputi pengujian sampel olahan pangan secara acak, pelatihan higiene sanitasi bagi pengolah makanan, hingga respons cepat jika ditemukan indikasi ketidaklayakan menu.
Selain itu, BPOM dan BGN menerapkan sertifikasi kelayakan sanitasi bagi dapur penyedia (dapur SPPG) untuk memastikan seluruh fasilitas pengolahan memiliki standar operasional yang seragam dan teruji di berbagai daerah.
Menjaga Kesehatan Generasi Penerus Bangsa
Kemitraan antara BGN dan BPOM merupakan wujud perlindungan nyata pemerintah terhadap keselamatan dan mutu kesehatan anak-anak sekolah. Jaminan keamanan pangan dipandang sebagai pondasi utama keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis secara berkelanjutan.
Melalui sistem pengawasan terpadu ini, pemerintah optimistis dapat membangun kepercayaan publik serta memastikan Program MBG efektif dalam mencetak generasi muda Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.










