Olah Olah
4 min read819

Indonesia-Iran Perkuat Diplomasi Budaya, Film dan Sastra Jadi Pintu Kolaborasi

JAKARTA – Indonesia dan Iran membuka peluang lebih luas untuk memperkuat hubungan kebudayaan melalui kolaborasi di berbagai sektor. Perfilman dan sastra menjadi dua bidang yang mendapat perhatian, selain warisan budaya, pendidikan, industri kreatif, dan pertukaran antarmasyarakat.

O

OP Admin

Published in Olah Olah

Loading...
Indonesia-Iran Perkuat Diplomasi Budaya, Film dan Sastra Jadi Pintu Kolaborasi

Penguatan hubungan tersebut dibahas Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon bersama Wakil Menteri Kebudayaan Republik Islam Iran Mohsen Javadi dalam pertemuan bilateral di Bhopal, Madhya Pradesh, India, Sabtu (8/8/2026).

Pertemuan berlangsung di sela-sela XI BRICS Culture Ministers’ Meeting.

Fadli mengatakan hubungan Indonesia dan Iran dalam bidang kebudayaan telah berlangsung lama. Menurutnya, hubungan tersebut perlu diperbarui agar dapat berkembang menjadi kerja sama yang lebih konkret.

"Indonesia dan Iran memiliki hubungan yang telah terjalin lama, khususnya di bidang kebudayaan. Kita perlu memperbarui dan memperkuat hubungan tersebut melalui kerja sama yang semakin konkret," ujar Fadli dalam keterangan tertulis.

Cultural Exchange Programme Jadi Dasar Pembaruan

Indonesia dan Iran membahas kelanjutan Cultural Exchange Programme Indonesia-Iran 2023-2026 yang akan segera berakhir.

Program tersebut menjadi salah satu dasar hubungan kebudayaan kedua negara. Setelah masa program berakhir, kedua pihak akan memiliki kesempatan untuk menyusun kerangka kerja sama baru.

Kerangka tersebut mencakup sejumlah bidang, seperti museum, warisan budaya, sastra dan penerjemahan, perfilman, industri kreatif, pendidikan, serta pertukaran antarlembaga dan pelaku kebudayaan.

Pembaruan ini diharapkan mampu membuka lebih banyak ruang bagi kerja sama langsung antara pelaku kebudayaan Indonesia dan Iran.

Sineas Indonesia dan Iran Bisa Produksi Film Bersama

Sektor perfilman menjadi salah satu peluang yang ingin dikembangkan.

Fadli Zon mendorong adanya produksi film bersama serta pertukaran antarsineas dari kedua negara.

Film dinilai memiliki kemampuan untuk memperkenalkan cerita dan identitas budaya suatu negara kepada masyarakat internasional.

Hubungan kreatif Indonesia dan Iran sebelumnya juga terlihat melalui adaptasi film Iran "Children of Heaven" di Indonesia.

"Kerja sama perfilman menjadi salah satu bidang yang dapat kita prioritaskan. Ke depan, kita dapat mengeksplorasi lebih banyak peluang produksi bersama antara sineas kedua negara," tutur Fadli.

Kerja sama tersebut dapat menjadi kesempatan bagi sineas untuk bertukar pengalaman, mengembangkan cerita bersama, serta memperluas jaringan industri perfilman.

Iran Buka Akses Sastra melalui Pameran Buku

Peluang kerja sama juga terbuka di sektor sastra.

Iran mengundang Indonesia untuk berpartisipasi dalam Tehran International Book Fair.

Selain itu, pemerintah Iran menawarkan program penerjemahan karya sastra Persia dan karya internasional ke dalam bahasa Persia.

Indonesia menyambut baik tawaran tersebut dan tertarik menjajaki keikutsertaan dalam pameran buku tersebut.

Penerjemahan menjadi salah satu sarana penting untuk memperkenalkan karya sastra kedua negara kepada pembaca yang lebih luas.

Pertukaran Budaya Jadi Sarana Pengenalan Masyarakat

Indonesia dan Iran juga mendorong pertukaran kegiatan kebudayaan serta penyelenggaraan pekan budaya.

Kegiatan tersebut dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengenal seni, tradisi, dan kebudayaan masing-masing.

Pertukaran tidak hanya melibatkan seniman, tetapi juga dapat mencakup lembaga budaya, institusi pendidikan, serta pelaku industri kreatif.

Selain mempererat hubungan masyarakat, kegiatan kebudayaan juga dapat memberikan peluang bagi pengembangan wisata budaya.

Indonesia-Iran Perkuat Agenda Warisan Budaya

Kerja sama warisan budaya turut menjadi perhatian dalam pertemuan bilateral.

Indonesia dan Iran membahas peluang memperkuat kolaborasi dalam kerangka UNESCO, terutama terkait pelindungan Warisan Budaya Takbenda.

Fadli mengapresiasi kontribusi Iran dalam kerja UNESCO.

Indonesia juga mendorong hubungan lebih erat setelah terpilih sebagai anggota Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage periode 2026-2030.

Dalam kesempatan itu, Indonesia menyampaikan keinginan untuk berpartisipasi dalam perluasan nominasi multinasional Tradition of Iftar dan menjajaki peluang nominasi multinasional lainnya.

Mohsen Javadi Sambut Langkah Indonesia

Wakil Menteri Kebudayaan Republik Islam Iran Mohsen Javadi menyambut baik rencana pembaruan kerja sama.

Ia menilai berakhirnya Cultural Exchange Programme Indonesia-Iran 2023-2026 dapat menjadi momentum untuk memperluas berbagai inisiatif kebudayaan.

Javadi menyebut Indonesia dan Iran memiliki banyak kesamaan serta hubungan budaya yang kuat.

Menurutnya, hubungan tersebut perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda melalui film, sastra, musik, pendidikan, hingga wisata budaya.

Budaya Jadi Jalur Penguatan Hubungan Bilateral

Kerja sama kebudayaan memberikan ruang bagi Indonesia dan Iran untuk memperkuat hubungan tidak hanya di tingkat pemerintahan, tetapi juga di tengah masyarakat.

Produksi film bersama dapat mempertemukan sineas. Pertukaran karya sastra dapat mendekatkan penulis dan pembaca. Sementara pekan budaya serta kerja sama warisan budaya dapat memperluas interaksi antarmasyarakat.

Indonesia dan Iran berkomitmen menindaklanjuti berbagai peluang tersebut melalui program yang lebih konkret.

Penguatan kerja sama di bidang kebudayaan diharapkan dapat menjadi bagian dari hubungan bilateral yang semakin luas dan berkelanjutan, sekaligus membuka kesempatan bagi pelaku budaya kedua negara untuk berkarya dan berkolaborasi.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!